Selamat Datang Di Blog Penjaskesrek'11 STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA BANDA ACEH ,Jangan Lupa Comment, Isi Guest Book, Dan Berbagi. Terima Kasih Atas Kunjungannya .
Tampilkan postingan dengan label Serba-Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-Serbi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Agustus 2013

Sejarah dan Pengertian Diving Dalam Sepak Bola

FIFA mendeskripsikan diving sebagai usaha seorang pemain bola untuk mendapatkan keuntungan secara licik, dengan cara menjatuhkan dirinya sendiri kemudian berpura-pura kesakitan sehingga pemain lawan mendapat hukuman. Hukuman itu bisa berupa tendangan penalti atau tendangan bebas ke lawan, sehingga memperbesar angka kemenangan klub (jika terjadi gol) yang pemainnya melakukan diving. Teknik kotor ini sangat dilarang keras oleh FIFA. Jika ada pemain yang melakukan diving atau menipu wasit ganjarannya adalah kartu kuning. "Setiap tindakan simulasi di mana saja di lapangan, yang dimaksudkan untuk menipu wasit, harus dikenakan sanksi sebagai tindakan tidak sportif," bunyi peraturan FIFA dalam Law of the Games. Diving sangat tidak dianjurkan dalam sepakbola karena dapat menghilangkan nilai fair play dalam sebuah pertandingan .

Diving sendiri mulai nge-trend sejak dua dekade lalu dimana sepak bola Italia sedang mengalami masa jayanya. Tak ayal, banyak yang menuding diving ini berasal dari Italia. Namun ada yang menyebut diving muncul kala Juergen Klinsmann membela Jerman Barat di final Piala Dunia 1990 melawan Agentina. Saat itu tim Jerman mengalami kesusahan menembus baris pertahanan Agentina.

Klinsmann, yang kala itu merupakan pemain Inter Milan, mendapatkan bola di sisi kanan. Namun, tiba-tiba ia dihadang bek Pedro Monzon. Ia pun tidak menyia-nyiakan peluang ketika Monzon hendak melakukan tackling ke arahnya. Striker Jerman ini pun tiba-tiba menjatuhkan diri dan berteriak kesakitan ketika kaki Monzon mendekati dirinya. Ia terlihat jatuh ke tanah dan berguling-guling sebanyak tiga kali. Tak ayal, wasit yang saat itu belum tahu banyak tentang teknik diving seketika mengganjar Monzon dengan kartu merah dan menunjuk titik putih. Kartu merah Monzon tersebut sekaligus menjadi yang pertama di final Piala Dunia. Akhirnya Jerman jadi juara Piala Dunia berkat eksekusi tendangan penalti yang disarangkan Andreas Brehme. Setelah itu, Klinsmann dianggap sebagai raja diving sedunia.

Selanjutnya aksi pesepakbola yang akrab disapa Klinsi itu berlanjut kala ia hijrah ke pentas Premier League di tahun 1995, bergabung bersama Tottenham Hotspur. Popularitasnya melonjak berkat gaya bermainnya yang keras dan kerap melakukan diving. Pada periode berikutnya, muncul striker-striker yang kerap dituding melakukan diving seperti Fillipo Inzaghi hingga Francesco Totti, dan Gareth Bale sampai Luis Suarez. Namun, pesona Klinsi ternyata belum padam. Beberapa waktu lalu, ia dipilih sebagai diver terbaik sepanjang masa oleh pembaca London Papers. Dia meraih suara 35 persen, mengungguli Cristiano Ronaldo.

Jumat, 26 Juli 2013

Pengertian Doping ,Jenis Jenis Doping dan Obat Perangsang Prestasi yang Dilarang



Apakah kamu tahu apa itu obat doping? Obat ini dulunya pernah dikonsumsi atlet olahraga yang menginginkan prestasi instant. Kata Doping sendiri berasal dari kata dope, bahasa suku Kaffern di Afrika Selatan yang artinya minuman keras berkonsentrasi tinggi dari campuran akar tumbuhan yang biasa dipakai suku setempat untuk perangsang (stimulan) pada acara trance adat. Sedangkan Doping dalam Bahasa Inggris berarti zat campuran opium dan narkotika untuk perangsang. Kata doping pertama kali dipakai di Inggris pada tahun 1869 untuk balapan kuda di Inggris, di mana kuda didoping agar menjadi juara.

Nilai sportifitas dalam beberapa cabang olahraga sering ternoda oleh pemakaian obat doping yang dikonsumsi atletnya. Persaingan prestasi olahraga yang semakin ketat membuat sebagian atlet sering menghalalkan berbagai cara. Apalagi ada sebagian pelatih yang bernafsu meningkatkan prestasi atlet dengan berbagai cara, misalnya latihan yang lebih keras, memanfaatkan kemajuan teknologi, atau bahkan lewat jalan pintas yaitu memberi obat doping demi prestasi dan meningkatkan performa atlitnya.
Pengertian atau definisi Doping Menurut IOC (International Olympic Committee) pada tahun 1990, doping adalah upaya meningkatkan prestasi dengan menggunakan zat atau metode yang dilarang dalam olahraga dan tidak terkait dengan indikasi medis.

JENIS OBAT DOPING

Obat-obatan yang dilarang oleh Badan Anti Doping Dunia dalam daftar tahun 2004 dapat dimasukan dalam delapan golongan. Ke delapan golongan tersebut adalah sebagai berikut :
1) Stimulants
Stimulan adalah obat yang digunakan untuk meningkatkan aktivitas fisik dan kewaspadaan dengan meningkatkan gerak jantung dan pernapasan serta meningkatkan fungsi otak. Dengan berkerja pada sistem saraf pusat, stimulan bisa merangsang tubuh baik secara mental dan fisik.
Contohnya adalah adrafinil, kokain, modafinil, pemoline, selegiline Dilarang karena dapat merangsang pikiran atau tubuh, sehingga meningkatkan kinerja dan memberi atlet keuntungan yang tidak adil.
Atlet menggunakannya untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam latihan pada tingkat yang optimal, menekan kelelahan tempur dan nafsu makan.
2) Narcotic Analgesics
Analgesik narkotik biasanya mengambil bentuk obat penghilang rasa sakit yang bekerja pada otak dan sumsum tulang belakang untuk mengobati rasa sakit yang terkait dengan stimulus yang menyakitkan.
Contohnya buprenorfin, dextromoramide, heroin, morfin, petidin Analgesik narkotik dilarang karena dapat digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri dirasakan dari cedera atau sakit sehingga untuk membantu atlet dalam latihan yang lebih keras dan untuk jangka waktu yang lama. Bahaya dalam hal ini adalah bahwa obat itu hanya menyembunyikan rasa sakit tidak mengobati sakitnya itu sendiri.
Akibatnya, atlet mungkin memiliki rasa aman yang palsu, dan dengan terus melatih dan bersaing, resiko kesehatan menjadi meningkat. Oleh karena itu obat ini dilarang digunakan dalam kompetisi.
3) Cannabinoids
Cannabinoids adalah bahan kimia psikoaktif berasal dari tanaman ganja yang menyebabkan perasaan relaksasi. Contohnya adalah hashis, minyak hashis, marijuana. Marijuana umumnya tidak dianggap meningkatkan kinerja, tapi dilarang karena penggunaannya merusak citra olahraga. Ada juga faktor keamanan terlibat karena penggunaan ganja dapat melemahkan kemampuan atlet, sehingga mengorbankan keselamatan atlet dan pesaing lainnya.
Atlet menggunakannya untuk meningkatkan waktu pemulihan mereka setelah latihan, meningkatkan denyut jantung mereka, mengurangi kelemahan mereka. Obat ini Dilarang dalam kompetisi
4) Anabolic Agents
Anabolik steroid androgenik (AAS) adalah versi sintetis dari hormon testosteron. Testosteron adalah hormon kelamin laki-laki ditemukan dalam jumlah besar pada kebanyakan laki-laki dan di beberapa perempuan.
Anabolik steroid androgenik masuk ke dalam salah satu dari dua kategori: 1) steroid eksogen adalah substansi yang tidak mampu diproduksi oleh tubuh secara alami, dan 2) steroidendogen adalah mereka zat yang mampu diproduksi oleh tubuh secara alami.
Contoh steroid eksogen adalah drostanolone, metenolone dan oksandrolon, sedangkan contoh steroid endogen adalha androstenediol (andro), dehydroepiandrosterone (DHEA) dan testosterone.
Agen anabolik hanya boleh diresepkan untuk penggunaan medis saja. Dilarang karena penggunaan agen anabolik dapat meningkatkan kinerja seorang atlet, memberikan mereka keuntungan yang tidak adil. Kemungkinan lain adalah efek samping yang serius medis bagi pengguna.
Atlet menggunakannya untuk meningkatkan ukuran dan kekuatan otot, mengurangi jumlah waktu yang diperlukan untuk pulih setelah latihan,dan untuk melatih lebih keras dan untuk jangka waktu yang lama. Obat ini dilarang di dalam dan di luar kompetisi
5) Peptides Hormones
Hormon peptida adalah zat yang diproduksi oleh kelenjar dalam tubuh ,dan setelah beredar melalui darah, dapat mempengaruhi organ-organ dan jaringan lain untuk mengubah fungsi tubuh.
Contohnya adalah eritropoietin, hormon pertumbuhan manusia, insulin, corticotrophins Hormon Peptida yang merupakan pelayan pembawa pesan antara organ berbeda, dilarang karena merangsang berbagai fungsi tubuh seperti pertumbuhan, perilaku dan sensitifitas terhadap rasa sakit.
Atlet menggunakannya untuk merangsang produksi hormone alami, meningkatkan pertumbuhan otot dan kekuatan, dan meningkatkan produksi sel darah merah yang bisa meningkatkan kemampuan darah untuk membawa oksigen. Obat ini filarang di dalam dan di luar kompetisi
6) Beta-2 Agonists
Beta-2 agonis adalah obat yang biasa digunakan untuk mengobati asma dengan relaksasi otot-otot yang mengelilingi jalan napas dan membuka saluran udara.
Contohnya bambuterol hidroklorida, hidroklorida reproterol, hidroklorida tulobuterol. Dilarang karena mereka dapat memberikan keuntungan yang sama dengan Stimulan (no 1) atau, jika diberikan ke dalam aliran darah, memiliki efek anabolic (lihat no 4). Atlet menggunakannya untuk meningkatkan ukuran otot mereka dan mengurangi lemak tubuh. Bila dimasukan melalui mulut atau pun dengan suntikan, Beta-2dapat memiliki efek stimulasi yang kuat. Obat ini dilarang di dalam dan di luar kompetisi
7) Masking Agents
Agen masking adalah produk yang berpotensi dapat menyembunyikan keberadaan zat terlarang dalam urin atau sampel lainnya.
Contohnya epitestosterone, dekstran, diuretik, probenesid Dilarang karena Masking Agen dapat menyembunyikan keberadaan zat terlarang dalam urin seorang atlet atau sampel lainnya, yang memungkinkan mereka untuk menutupi penggunaan dan memperoleh keunggulan kompetitif yang tidak adil.
Atlet memang menggunakannya untuk menyembunyikan penggunaan zat terlarang dalam proses pengujian. Obat ini dilarang di dalam dan di luar kompetisi
8) Glucocorticosteroids
Dalam pengobatan konvensional, glukokortikosteroid digunakan terutama sebagai obat anti-inflamasi dan untuk meringankan rasa sakit. Mereka umumnya digunakan untuk mengobati asma, demam, peradangan jaringan dan rheumatoid arthritis.
Contohnya deksametason, flutikason, prednison, triamsinolon asetonid danrofleponide Dilarang karena ketika diberikan secara sistemik (ke dalam darah) glukokortikosteroid dapat menghasilkan perasaan euforia, berpotensi memberikan keuntungan yang tidak adil atlet.
Atlet menggunakanya biasanya untuk menutupi rasa sakit yang dirasakan dari cedera dan penyakit. Obat ini dilarang di dalam kompetisi saja.

LARANGAN PENGGUNAAN OBAT DOPING

Banyak organisasi olahraga melarang penggunaan anabolika yang dimuat dalam suatu daftar khusus dengan alasan terutama mengacu pada ancaman kesehatan (gangguan fungsi hati dan tumor hati) atas obat peningkat performa, kesamaan kesempatan bagi semua atlet dan efek olahraga “bersih” (bebas doping) yang patut dicontoh dalam kehidupan umum. Selain obat, bentuk lain dari doping ialah doping darah, baik melalui transfusi darah maupun penggunaan hormon eritropoietin atau steroid anabolik tetrahidrogestrinon.
Atlit yang ketahuan menggunakan doping atas dasar tes urin selalu didiskualifikasi dan didenda berat. Meskipun demikian sampai sekarang masih sering kali dilaporkan terjadinya pelanggaran.

DAMPAK PENGGUNAAN OBAT DOPING

Berikut ini merupakan dampak buruk  atau bahaya doping bagi orang yang mengkonsumsinya :
  1. Konsumsi obat doping pada atlet dapat meningkatkan prestasi yang melampai batas kemampuan normal. Keadaan ini tidak wajar dan berbahaya, karena rasa letih merupakan peringatan dari tubuh bahwa seseorang tersebut telah sampai batas kemampuannya. Jika dipaksakan bisa menimbulkan “exhaustion” yang membahayakan kesehatan. Overdose dapat berbahaya, dapat menimbulkan kekacauan pikiran, delirium, halusinasi, perilaku ganas, dan juga aritmia jantung yang dapat menimbulkan masalah serius. Untuk mengatasi gejala ini digunakan sedative misalnya diazepam.
  2. Doping dengan suntikan darah akan menimbulkan reaksi alergi, meningkatnya sirkulasi darah di atas normal, dan mungkin gangguan ginjal. Golongan obat peptide hormonis dan analognya dapat berakibat si atlet menderita sakit kepala, perasaan selalu letih, depresi, pembesaran buah dada pada atlet pria, dan mudah tersinggung.
  3. Dampak buruk dari suntikan eritropoetin adalah darah menjadi lebih pekat sehingga mudah menggumpal dan memungkinkan terjadinya stroke (pecahnya pembuluh darah di otak).
  4. Pemakaian deuretika yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan pengeluaran garam mineral yang berlebihan. Sehingga mengakibatkan timbulnya kejang otot, mual, sakit kepala, dan pingsan. Pemakaian yang terlalu sering mungkin akan menyebabkan gangguan ginjal dan jantung.
  5. Pemakaian obat analgesic pada atlit perempuan berfungsi menghilangkan rasa sakit ketika haid. Namuan dampak buruknya  jika salah memilih obat bisa menyebabkan sulit bernapas, mual, konsentrasi yang hilang, dan mungkin menimbulkan adiksi atau ketagihan.
  6. Salah satu jenis obat doping yang paling sering digunakan para atlet adalah obat-obatan anabolik, seperti hormon androgenik steorid. Jenis hormon ini punya efek berbahaya, baik bagi atlet pria maupun atlet perempuan karena mengganggu keseimbangan hormon tubuh dan dapat juga meningkatkan risiko terkena penyakit hati dan jantung. Jika atlit wanita mengkonsumsi obat ini, dapat menyebabkan tumbuhnya sifat pria, seperti berkumis, suara berat, dan serak. Selanjutnya, menimbulkan gangguan menstruasi, perubahan pola distribusi pertumbuhan rambut, mengecilkan ukuran buah dada, dan meningkatkan agresivitas. Bagi atlet remaja, penggunaan obat ini dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah pertumbuhannya akan berhenti.
  7. Beta-blockers membendung penyampaikan rangsangan ke jantung, paru-paru dan aliran darah, memperlambat rata-rata detak jantung. Itu dilarang dalam olahraga seperti panahan dan menyelam karena menghindarkan getaran. Efek merugikan yang terjadi antar alain mimpi buruk, susah tidur, kelelahan, depresi, gula darah rendah dan gagal jantung.
  8. HGH  atau Human Growth Hormone (hormon pertumbuhan manusia), somatotrophin. menyamai hormon pertumbuhan dalam darah yang dikendalikan oleh mekanisme kompleks yang merangsang pertumbuhan, membantu sintesa protein dan menghancurkan lemak. HGH disalahgunakan oleh saingan untuk merangsang otot dan pertumbuhan jaringan. Efek yang merugikan termasuk kelebihan kadar glukosa, akumulasi cairan, sakit jantung, masalah sendi dan jaringan pengikat, kadar lemak tinggi, lemahnya otot, aktivitas thyroid yang rendah dan cacat.

KASUS OBAT DOPING

Tidak sedikit atlit yang terkenal karena penggunaan obat doping dalam pertandingan, Seperti peraih medalis emas dari Kanada Ben Johnson, olahragawan Rusia Anton Galkin, pelontar peluru Irina Korzhanenko, petinju dari  Kenya David Munyasia, pemain sepak bola Diego Armando Maradona dan Claudio dari Argentina, Rodrigo Lara, Paulo César Chávez, Aarón Galindo dan Salvador Carmona dari Meksiko, Clarence Acuña dan Fabián Guevara dari Chili, Josep Guardiola dari Spanyol, petenis Petr Korda, olahragawan Maroko Yunus al-’Ainawi, Bohdan Ulihrach dari Republik Ceko, Guillermo Coria, Mariano Puerta, Juan Ignacio Chela, Guillermo Cañas, Martín Rodríguez dan Mariano Hood dari Argentina, Viktor Chisleann dari Moldavia serta pembalap sepeda Roberto Heras dan Tyler Hamilton.
Semoga penjelasan mengenai doping di atas dapat menambah pengetahuan kamu, dan bermanfaat bagi kamu yang membutuhkan.
Referensi : http://calon-dokter.blogspot.com/2008/06/beberapa-obat-doping.html , http://id.shvoong.com/medicine-and-health/diet-and-exercise/2226664-tipe-obat-doping-yang-dilarang/ , http://landejavu.wordpress.com/2010/06/01/obat-doping/

Kamis, 25 Juli 2013

Daftar Tempat Penyelenggaraan Olimpiade Sepanjang Masa

Olimpiade (Olimpic) adalah ajang olah raga antar bangsa. Ada dua olimpiade yang paling dikenal saat ini yaitu Olimpiade Musim Panas danOlimpiade Musim Dingin.

Olimpiade Musim Panas adalah ajang olah raga musim panas yang diadakan setiap 4 tahun dan diikuti oleh seluruh negara di dunia yang terdaftar di Komite Olimpiade Internasional (IOC = International Olympic Committee)

Olimpiade Musim Dingin adalah ajang olah raga musim dingin antar bangsa yang diadakan 4 tahun sekali. Pertandingan biasanya dilakukan di atas es atau salju, misalnya seluncur es atau ski. Jumlah negara peserta Olimpiade Musim Dingin lebih sedikit dibandingkan Olimpiade Musim Panas, karena negara-negara yang berada di equator tidak memiliki fasilitas untuk olah raga musim dingin.
Dalam tulisan selanjutnya, olimpiade yang dimaksud adalah Olimpiade Musim Panas.

Olimpiade Modern Pertama
Awalnya olimpiade hanya berlangsung di Yunani kuno sampai akhirnya pada tahun 393 M olimpiade kuno ini dihentikan oleh Kaisar Romawi Theodosius. Olimpiade kemudian dihidupkan kembali oleh seorang bangsawan Perancis, Pierre Fredy, Baron de Courbertin pada tahun 1896.
Dalam kongres pada tahun 1894 yang diselenggarakan oleh Pierre Fredy di Paris, didirikanlah Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan ibu kota Yunani, Athena dipilih sebagai tuan rumah Olimpiade modern pertama tahun 1896. Dan selanjutnya sejak tahun 1896 sampai sekarang, setiap empat tahun sekali Olimpiade Musim Panas ini senantiasa diadakan kecuali tahun-tahun pada masa Perang Dunia II.

Urut-urutan Penyelenggaraan Olimpiade :

1. Olimpiade Athena, Yunani, 1896 (6 April – 15 April) 

 

Jumlah negara peserta : 13
Jumlah atlet : 245
Jumlah pertandingan : 43 dalam 9 cabang olah raga.

2. Olimpiade Paris, Perancis, 1900 (14 Mei – 28 Oktober)























Jumlah negara peserta : 13
Jumlah atlet : 1225
Jumlah pertandingan : 87
10 besar perolehan medali emas :
Prancis : 25, Amerika Serikat : 20, Britania Raya : 16, Swiss : 6, Belgia : 5, Tim Campuran (ZZX) : 4, Jerman : 3, Italia : 2 , Australia : 2, Denmark :1

3. Olimpiade St. Louis, Missouri, AS, 1904 (1 Juli – 23 Nopember)



Jumlah negara peserta : 12
Jumlah atlet : 651
Jumlah pertandingan : 91 dari 18 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 79, Jerman 4, Kuba 4, Kanada 4, Hongaria 2, Britania Raya 1,Tim campuran 1, Yunani 1, Swiss 1, Austria 0.

4. Olimpiade London, Inggris, 1908 (27 April–31 Oktober)


Jumlah negara peserta : 28
Jumlah atlet : 2.407
Jumlah pertandingan : 110
10 besar perolehan medali emas :
Britania Raya 56, Amerika Serikat 23, Swedia 8, Perancis 5, Jerman 3,Hongaria 3, Kanada 3, Norwegia 2, Italia 2, Belgia 1.

5. Olimpiade Stockholm, Swedia, 1912 (5 Mei – 22 Juli)






















Jumlah negara peserta : 22
Jumlah atlet : 2.008
Jumlah pertandingan : 102 dari 14 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 25, Swedia 24, Britania Raya 10, Finlandia 9, Perancis 7, Jerman 5, Afrika Selatan 4, Norwegia 4, Hongaria 3, Kanada 3.

6. Olimpiade Berlin 1916 dibatalkan, karena ada Perang Dunia I.

7. Olimpiade Antwerpen, Belgia, 1920 (20 April – 12 September)



Jumlah negara peserta : 29
Jumlah atlet : 2.626
Jumlah pertandingan : 154 dari 22 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 41, Swedia 19, Britania Raya 15, Finlandia 15, Belgia 14, Norwegia 13, Italia 13, Perancis 9, Belanda 4, Denmark 3. 

8. Olimpiade Paris, Perancis, 1924 (4 Mei – 27 Juli)























Jumlah negara peserta : 44
Jumlah atlet : 3.089
Jumlah pertandingan : 126 dari 17 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 45, Finlandia 14, Perancis 13, Britania Raya 9, Italia 8, Swiss7, Norwegia 5, Swedia 4, Belanda 4, Belgia 3.

9. Olimpiade Amsterdam, Belanda, 1928 (17 Mei – 12 Agustus)



















Jumlah negara peserta : 46
Jumlah atlet : 3.014
Jumlah pertandingan : 109 dari 14 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 22, Jerman 10, Finlandia 8, Swedia 7, Italia 7, Swiss 6, Perancis 6, Belanda 6, Hongaria 4, Kanada 4. 

10. Olimpiade Los Angeles, California, AS, 1932 (30 Juli – 14 Agustus)



















Olimpiade ini diselenggarakan ketika dunia sedang dilanda keadaan ekonomi “depresi berat”, sehingga sejumlah besar negara tidak mengirimkan atlet karena tidak memiliki dana.
Jumlah negara peserta : 37
Jumlah atlet : 1.322 (1.206 pria, 126 wanita)
Jumlah pertandingan : 116 dari 14 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 41, Italia 12, Perancis 10, Swedia 9, Jepang 7, Hongaria 6, Finlandia 5, Britania Raya 4, Jerman 3, Australia 3. 

11. Olimpiade Berlin, Jerman, 1936 (1 Agustus – 16 Agustus)



Jumlah negara peserta : 49
Jumlah atlet : 3.963
Jumlah pertandingan : 129 dari 19 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Jerman 33, Amerika Serikat 24, Hongaria 10, Italia 8, Finlandia 7, Perancis 7, Swedia 6, Jepang 6, Belanda 6, Britania Raya 4.
12. Olimpiade 1940 yang rencananya akan diadakan di Tokyo, Jepang, tanggal 21 September – 5 Oktober, dibatalkan karena pecah Perang Dunia II.
13. Olimpiade 1944 yang rencananya akan diadakan di London, dibatalkan karena adanya Perang Dunia II. 

14. Olimpiade London, Britania Raya, 1948 (29 Juli – 14 Agustus)



Jumlah negara peserta : 59
Jumlah atlet : 4.099
Jumlah pertandingan : 136 dari 17 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 38, Swedia 16, Perancis 10, Hongaria 10, Italia 8, Finlandia 8, Turki 6, Cekoslowakia 6, Swiss 5, Denmark 5.

15. Olimpiade Helsinki, Finlandia, 1952 (19 Juli – 3 Agustus)


 

Untuk pertama kalinya Indonesia ikut didalam Olimpiade ini. Dan selanjutnya Indonesia tak pernah absen ikut Olimpiade hingga Olilpiadeke 34 di Beijing tahun 2008 (kecuali waktu memboikot Olimpiade ke 22 diMoskwa tahun 1980, sebagai protes terhadap perang “Soviet–Afganistan”)
Jumlah negara peserta : 69
Jumlah atlet : 4.925
Jumlah pertandingan : 149 dari 17 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 40, Uni Soviet 22, Hongaria 10, Swedia 12, Italia 8,Cekoslowakia 7, Perancis 6, Finlandia 6, Australia 6, Norwegia 3. 

16. Olimpiade Melbourne, Australia, 1956 (22 Nopember – 8 Desember)

 

Jumlah negara peserta : 67
Jumlah atlet : 3.184
Jumlah pertandingan : 145 dari 17 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Uni Soviet 37, Amerika Serikat 32, Australia 13, Hongaria 9, Italia 8, Swedia 8, Jerman 6, Britania Raya 6, Rumania 5, Jepang 4.
 

17. Olimpiade Roma, Italia, 1960 (25 Agustus – 11 September)

Jumlah negara peserta : 83
Jumlah atlet : 5.343
Jumlah pertandingan : 145 dari 17 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Uni Soviet 43, Amerika Serikat 34, Italia 13, Jerman 12, Australia 8, Turki 7, Hongaria 6, Jepang 4, Polandia 4, Cekoslowakia 3.
 

18. Olimpiade Tokyo, Jepang, 1964 (10 Oktober – 24 Oktober)

Jumlah negara peserta : 93
Jumlah atlet : 5.140
Jumlah pertandingan : 163 dari 16 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 36, Uni Soviet 30, Jepang 16, Jerman 10, Italia 10, Hongaria10, Polandia 7, Australia 6, Cekoslowakia 5, Britania Raya 4.

19. Olimpiade Mexico City, Meksiko, 1968 (12 Oktober – 27 Oktober)


Jumlah negara peserta : 112
Jumlah atlet : 5.530
Jumlah pertandingan : 172 dari 20 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 45, Uni Soviet 29, Jepang 11, Hongaria 10, Jerman Timur 9,Perancis 7, Cekoslowakia 7, Jerman Barat 5, Australia 5, Britania Raya 5.

20. Olimpiade Munchen, Jerman Barat, 1972 (26 Agustus - 11 September)

Olimpiade ini dinodai kejadian yang disebut “Tragedi Munchen”. Pada 5 September 1972, kelompok teroris “September Hitam” (Black September) yang terdiri dari orang-orang Palestina menyandera dan membunuh 11 atlet Israel. Dalam upaya penyelamatan yang dilaksanakan, hampir seluruh militan dibunuh kecuali 3 diantaranya. Seluruh acara Olimpiade ditunda untuk sementara, namun sehari kemudian dilanjutkan meskipun beberapa atlet memutuskan untuk pulang kenegaranya.
Jumlah negara peserta : 150
Jumlah atlet : 7.123
Jumlah pertandingan : 195 dari 23 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Uni Soviet 50, Amerika Serikat 33, Jerman Timur 20, Jerman Barat 13,Jepang 13, Australia 8, Polandia 7, Hongaria 6, Bulgaria 6, Italia 5.
 

21. Olimpiade Montreal, Kanada, 1976 (17 Juli – 1 Agustus)

Jumlah negara peserta : 93
Jumlah atlet : 5.140
Jumlah pertandingan : 163 dari 16 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 36, Uni Soviet 30, Jepang 16, Jerman 10, Italia 10, Hongaria10, Polandia 7, Australia 6, Cekoslowakia 5, Britania Raya 4.

22. Olimpiade Moskwa, Uni Soviet, 1980 (19 Juli – 3 Agustus)

Olimpiade ini diboikot oleh sejumlah negara sebagai protes terhadapperang “Soviet–Afganistan”, termasuk Amerika Serikat dan Indonesia.
Jumlah negara peserta : 80
Jumlah atlet : 5.217 (4.093 putra, 1.124 putri)
Jumlah pertandingan : 203 dari 21 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Uni Soviet 80, Jerman Timur 47, Bulgaria 8, Kuba 8, Italia 8, Hongaria 7,Rumania 6, Perancis 6, Britania Raya 5, Polandia 3, Swedia 3.
 

23. Olimpiade Los Angeles, AS, 1984 (28 Juli – 12 Agustus)


Jumlah negara peserta : 140
Jumlah atlet : 6.797 (5.230 putra, 1.567 putri)
Jumlah pertandingan : 221 dari 23 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 83, Rumania 20, Jerman Barat 17, China 15, Italia 14,Kanada 10, Jepang 10, Selandia Baru 8, Yugoslavia 7, Korea Selatan 6.

24. Olimpiade Seoul, Korea Selatan, 1988 (17 September – 2 Oktober)

Indonesia meraih medali untuk pertama kalinya sejak ikut Olimpiade pertama kali (Olimpiade ke 15, 1952, Helsinki, Finlandia) melalui trio Lilies Handayani, Nurfitrie Saiman dan Kusuma Wardhani yang merebut medali perak di dalam cabang memanah.

Jumlah negara peserta : 159
Jumlah atlet : 8.465 (6.279 putra, 2.186 putri)
Jumlah pertandingan : 263 dari 27 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Uni Soviet 55, Jerman Timur 37, Amerika Serikat 36, Korea Selatan 12, Jerman Barat 11, Hongaria 11, Bulgaria 10, Rumania 7, Perancis 6, Italia 6.

25. Olimpiade Barcelona, Spanyol, 1992 (25  Juli – 9 Agustus)

Bulutangkis, bisbol, dan judo putri menjadi bagian dari Olimpiade untuk pertama kalinya.

Indonesia meraih medali emas (total 2 emas) untuk pertama kalinya sejak ikut Olimpiade melalui cabang bulutangkis yang dipersembahkan masing-masing oleh Susi Susanti (tunggal putri) dan Alan Budikusuma (tunggal putra).

Karena pecahnya Uni Soviet tahun 1991, Estonia, Latvia dan Lithuania berpartisipasi sebagai negara tersendiri. Negara Soviet lainnya berpartisipasi sebagai “Tim Bersatu”

Pecahnya Yugoslavia, membuat Kroasia, Slovenia dan Bosnia Herzegovina ikut sebagai negara tersendiri.

Jumlah negara peserta : 169
Jumlah atlet : 9.956 ( 7.010 putra, 2.851 putri)
Jumlah pertandingan : 286 dari 32 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Tim Bersatu (Negara Soviet) 45, Amerika Serikat 37, Jerman 33, China 16,Kuba 14, Spanyol 13, Korea Selatan 12, Hongaria 11, Perancis 8, Australia 7.

26. Olimpiade Atlanta Georgia, AS, 1996 (19 Juli – 4 Agustus)

Olimpiade ini dianggap oleh sebagian orang sebagai Olimpiade yang paling tidak sukses. Masalah lalu lintas sering membuat perjalanan atlit terhambat. Terlalu banyaknya iklan yang beredar pada Olimpiade ini, terutama milik Coca-Cola. Selain itu terjadi insiden bom pada 27 Juli 1996.

Jumlah negara peserta : 197
Jumlah atlet : 10.320 ( 6.797 putra, 3.523 putri)
Jumlah pertandingan : 271 dari 26 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 44, Rusia 26, Jerman 20, China 16, Perancis 15, Italia 13,Australia 9, Kuba 9, Ukraina 9, Korea Selatan 7 ……….. Indonesia 1 (urutan ke 41).
 

27. Olimpiade Sydney, Australia, 2000 (15 September – 1Oktober)

Jumlah negara peserta : 199
Jumlah atlet : 10.651 (6.582 putra, 4.069 putri)
Jumlah pertandingan : 300 dari 28 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas : 
Amerika Serikat 40, Rusia 32, China 28, Australia 16, Jerman 13, Perancis 13, Italia13, Belanda 12, Kuba 11, Britania Raya 11.

28. Olimpiade Athena, Yunani, 2004 (13 Agustus – 29 Agustus)

Didalam Olimpiade ini, Indonesia meraih 1 emas (Taufik Hidayat, bulu tangkis), 1 perak (Raema Lisa Rumbewas, angkat besi putri 53 Kg) dan 2 perunggu (Sony Dwi Kuncoro, bulu tangkis tunggal putra dan Flandy Limpele/Eng Hian, bulu tangkis ganda putra).

Jumlah negara peserta : 202
Jumlah atlet : 11.099 ( putra, putri)
Jumlah pertandingan : 301 dari 28 cabang olah raga.

10 besar perolehan medali emas : 
Amerika Serikat 35, China 32, Rusia 27, Australia 17, Jepang 16, Jerman 14,Perancis 11, Italia 10, Korea Selatan 9, Britania Raya 9.

29. Olimpiade Beijing, China, 2008 (8 Agt – 24 Agt)

Olimpiade musim panas ke 29 ini dibuka dengan upacara yang fantastis dan spektakuler di Stadion Sarang Burung, Beijing pada tanggal 8-8-08 pukul 08–08–08 malam (jam 8 malam lewat 8 menit dan 8 detik). Didalam kebudayaan China, angka 8 diasosiasikan dengan kemakmuran. Dana penyelenggaraan (stadion, infrastruktur dan lain-lain) 40 miliar dollar AS (Rp. 360 triliun)

Jumlah negara peserta : 204
Jumlah atlet : 10.700
Jumlah pertandingan: 302 dari 28 cabang olah raga.
 
10 besar perolehan medali emas :
China 51, Amerika Serikat 36, Rusia 23, Inggris 19, Jerman 16, Australia 14,Korea Selatan 13, Jepang 9, Italia 8, Perancis 7.

30. Olimpiade London, Britania Raya 2012 ( 27 juli – 12 Agustus )

Olimpiade ke 30 akan diadakan di London, Britania Raya. London sebelumnya pernah 2 kali menyelenggarakan Olimpiade pada tahun 1908 dan 1948. Di dalam olimpiade ini Indonesia meraih 1 perak dan 1 perunggu .


Jumlah negara peserta : 204


10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 46, Republik Rakyat Cina 38, Britania Raya 29, Rusia 24, Korea Selatan 13, Jerman 11, Prancis 11, Itali 8, Hongaria 8, Australia 7 .

Jumat, 05 Juli 2013

Perbedaan Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Olahraga

Pendidikan Jasmani / Pendidikan Olahraga - Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh guru-guru penjas belakangan ini adalah : "Apakah pendidikan jasmani?" Pertanyaan yang cukup aneh ini justru dikemukakan oleh yang paling berhak menjawab pertanyaan tersebut.
Hal tersebut mungkin terjadi karena pada waktu sebelumnya guru itu merasa dirinya bukan sebagai guru penjas, melainkan guru pendidikan olahraga. Perubahan pandangan itu terjadi menyusul perubahan nama mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, dari mata pelajaran pendidikan olahraga dan kesehatan (orkes) dalarn kurikulum 1984, menjadi pelajaran "pendidikan jasmani dan kesehatan" (penjaskes) dalam kurikulum1994.
Perubahan nama tersebut tidak dilengkapi dengan sumber belajar yang menjelaskan makna dan tujuan kedua istilah tersebut. Akibatnya sebagian besar guru menganggap bahwa perubahan nama itu tidak memiliki perbedaan, dan pelaksanaannya dianggap sama. Padahal muatan filosofis dari kedua istilah di atas sungguh berbeda, sehingga tujuannya pun berbeda pula. Pertanyaannya, apa bedanya pendidikan olahraga dengan pendidikan jasmani?

Pendidikan jasmani berarti program pendidikan lewat gerak atau permainan dan olahraga. Di dalamnya terkandung arti bahwa gerakan, permainan, atau cabang olahraga tertentu yang dipilih hanyalah alat untuk mendidik. Mendidik apa ? Paling tidak fokusnya pada keterampilan anak. Hal ini dapat berupa keterampilan fisik dan motorik, keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah, dan bisa juga keterampilan emosional dan sosial.
Karena itu, seluruh adegan pembelajaran dalam mempelajari gerak dan olahraga tadi lebih penting dari pada hasilnya. Dengan demikian, bagaimana guru memilih metode, melibatkan anak, berinteraksi dengan murid serta merangsang interaksi murid dengan murid lainnya, harus menjadi pertimbangan utama.

Pendidikan olahraga adalah pendidikan yang membina anak agar menguasai cabang-cabang olahraga tertentu. Kepada murid diperkenalkan berbagai cabang olahraga agar mereka menguasai keterampilan berolahraga. Yang ditekankan di sini adalah ` hasil ' dari pembelajaran itu, sehingga metode pengajaran serta bagaimana anak menjalani pembelajarannya didikte oleh tujuan yang ingin dicapai. Ciri¬ciri pelatihan olahraga menyusup ke dalam proses pembelajaran.
Yang sering terjadi pada pembelajaran pendidikan olahraga adalah bahwa guru kurang memperhatikan kemampuan dan kebutuhan murid. Jika siswa harus belajar bermain bola voli, mereka balajar keterampilan teknik bola voli secara langsung. Teknik-teknik dasar dalam pelajaran demikian lebih ditekankan, sementara tahapan penyajian tugas gerak yang disesuaikan dengan kemampuan anak kurang diperhatikan.
Guru demikian akan berkata: "kalau perlu tidak usah ada pentahapan, karena anak akan dapat mempelajarinya secara langsung. Beri mereka bola dan instruksikan anak supaya bermain langsung yang sudah terampil biasanya dapat menjadi contoh, dan anak yang belum terampil belajar dari mengamati demontrasi temannya yang sudah mahir. Untuk pengajaran model seperti ini, ada ungkapan “kalau anda ingin anak-anak belajar renang, lemparkan mereka ke kolam yang paling dalam dan mereka akan bisa sendiri.

Perbedaan Antara Penjas dan Pendidikan Olahraga
Pendidikan Jasmani :
- Sosialisasi atau mendidik via olahraga
- Menekakkan perkembangan kepribadian menyeluruh
- Menenkankan penguasaan ketrampilan dasar

Pendidikan Olahraga :
- Sosialisasi atau mendidik ke dalam olahraga
- Menggunakan penguasaan ketrampilan berolahraga
- Menekankan penguasaan teknik dasar

Pendidikan jasmani tentu tidak bisa dilakukan dengan cara deminsi. Pendidikan jasmani adalah suatu proses yang terencana dan berjuang yang perlu dibina secara hati-hati dalam waktu yang diperhitungkan.

Bila orientasi pelajaran pendidikan jasmani adalah agar menguasai ketrampilan berolahraga, misalnya sepakbola, guru lebih menekankan pada pembelajaran teknik dasar dengan kreteria keberhasilan yang sudah ditentukan. Dalam hal ini guru tidak memperhatikan bagaimana agar setiap anak mampu melakukannya, sebab cara melatih teknik dasar yang bersangkutan hanya dilakukan dengan cara tunggal. Beberapa anak mungkin bisa mengikuti dan menikmati cara belajar yang dipilih guru tadi. Tetapi sebagian lain merasa selalu gagal, karena bagi mereka cara latihan tersebut terlalu sulit atau terlalui mudah.

Anak-anak yang berhasil akan merasa puas dari cara latihan tadi, dan segera menyenangi permainan sepak bola. Tetapi bagaimana dengan anak-anak lain yang kurang berhasil? Mereka akan serta merta merasa bahwa permainan sepak bola terlalu sulit dan tidak menyenangkan, sehingga mereka tidak menyukai pelajaran dan permainan sepak bola tadi. Apalagi bila ketika mereka melakukan latihan yang gagal tadi, mereka selalu diejek oleh teman-teman yang lain atau bahkan oleh gurunya sendiri. Anak-anak dalam 'kelompok gagal' ini biasanya mengalami perasaan negatif. Akibatnya, citra diri anak tidak berkembang dan anak cenderung menjadi anak yang rendah diri.
Melalui pembelajaran pendidikan jasmani yang efektif, semua kecenderungan tadi bisa dihapuskan, karena guru memiiih cara agar anak yang kurang terampil pun tetap menyukai latihan memperoleh pengalaman sukses. Di samping guru membedakan bentuk latihan yang harus dilakukan setiap anak, kriteria keberhasilannya pun dibedakan pula. Untuk 'kelompok mampu' kriteria keberhasilan lebih 'berat dari anak yang kurang mampu, misalnya dalam pelajaran renang di tentukan mampu meluncur 10 meter untuk anak mampu, dan hanya 5 meter untuk anak kurang mampu.

Dengan cara demikian, semua anak merasakan apa yang disebut "perasaan berhasil" tadi, dan anak makin menyadari bahwa kemampuannya pun meningkat, seiring dengan seringnya mereka mengulang-ulang latihan. Cara ini disebut gaya mengajar `partisipatif karena semua anak merasa dilibatkan dalam proses pembelajaran.

Untuk mencegah terjadinya bahaya lain dari kegagalan, guru pendidikan jasmani harus mengembangkan cara respons siswa terhadap anak yang gagal dan melarang siswa untuk melemparkan ejekan pada temannya.

Sumber : artikelpenjas.blogspot.com 

Selasa, 25 Juni 2013

Kebugaran Jasmani

Pengertian kebugaran jasmani menurut Prof. Sutarman adalah suatu aspek, yaitu aspek fisik dan kebugaran yang menyeluruh (total fitness) yang memberi kesanggupan kepada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap-tiap pembebanan fisik (physical stress) yang layak. Proff. Soedjatmo Soemowardoyo menyatakanbahwa kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk menyesuaikanfungsi alat-alat alat tubuhnya dalam batas -batas fisologi terhadap lingkungan(ketinggian, kelembapan suhu, dan sebagainya) dan atau kerja fisik denganyang cukup efisien tanpa lelah secara berlebihan. Secara umum pengertiankebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk menjalankanpekerjaan sehari-hari dengan ringan dan mudah tanpa merasakankelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untukmelakukan kegiatan yang lain.

 Manfaat kebugaran jasmani bagi tubuh antara lain. Manfaat kebugaran jasmani bagi tubuh antara lain dapat mencegah berbagai penyakit seperti jantung, pembuluh darah, dan paru-paru paru sehingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan jasmani yang hugar, hidup menjadi semangat dan menyenangkan. Kebugaran jasmani tidak hanya menggambarkan kesehatan, tetapi lebih merupakan cara mengukur individu melakukan kegiatannya sehari-hari. Ada 3 hal penting dalam kebugaran jasmani, yaitu :
1. Fisik, berkenaan dengan otot, tulang, dan bagian lemak.
2. Fungsi Organ, berkenaan dengan efisiensi sistem jantung, pembuluhdarah, dan pernapasan (paru - paru).
3. Respon Otot, berkenaan dengan kelenturan, kekuatan, kecapatan, dan kelemahan.

Berdasarkan konsep kebugaran jasmani tersebut, maka kebugaran jasmani yang dibutuhkan untuk setiap orang sangat berbeda, tergantung darisifat tantangan fisik yang dihadapinya. Contohnya, seorang kuli yang setiaphari bekerja memanggul barang-barang berat, maka ia harus memilikikekuatan otot, anaerobic power, daya tahan, dan sebagainya .

Senin, 24 Juni 2013

Jadi Guru Profesional Harus Sesuai Panggilan Jiwa


Ada beberapa prinsip-prinsip profesionalisme yang harus dimiliki seorang guru, antara lain memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan profesionalisme. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
Seorang guru profesional memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya. Kemudian memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan dan memperoleh penghasilan yang ditentukan.
Selain itu, guru mempunyai karakteristik-karakteristik yang efektif. Kemampuan yang terkait dengan iklim kelas, kemampuan yang terkait dengan strategi manajemen, kemampuan yang terkait dengan pemberian umpan balik dan penguatan, dan kemampuan yang terkait dengan peningkatan diri.